Sebagai salah satu upaya mendekatkan jarak tempuh menuju kawasan wisata Tanjung Papuma dan meningkatkan kenyamanan perjalanan wisatawan Papuma, pada permulaan tahun 2010 lalu, Perum Perhuutani KPH Jember telah membuka jalan pintas menuju Papuma.  Jalan tembus sepanjang kuranglebih 5 km tersebut sebelumnya masih berupa jalan makadam.  Membutuhkan waktu 3 bulan untuk melakukan perbaikan dan pengaspalan.  Jalan pintas Papuma tersebut melewati alur OW (jalan hutan) yang melalui kawasan hutan hutan jati wilayah Resor Polisi Hutan (RPH) Grintingan, BKPH Wuluhan.

Administratur Perum Perhutani KPH Jember, Ir. Taufik setyadi, MBA, MP sebagai pimpinan pengelola WW Tanjung Papuma dalam kesempatan peninjauan pelaksanaan penyelesaian pekerjaan menjelaskan, bahwa perbaikan dan pengaspalan jalan pintas di alur OW sepanjang 5 Km dimaksudkan untuk mempermudah aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan yang ingin berwisata ke WW Tanjung Papuma.  Sebelum dilaksanakan perbaikan jalan pintas ini, lanjut Taufik, wisatawan WW Tanjung Papuma terpaksa harus menempuh jarak lebih jauh dengan melewati jalan kawasan wisata Watu Ulo.  Karena melalui jalan Kawasan Wisata Watu Ulo yang dikelola oleh Dispenda Kabupaten Jember, maka wisatawan yang akan menuju WW TAnjung Papuma dikenakan kqarcis masuk Watu Ulo seharga Rp. 5000/Orang.  Banyak wisatawan yang mengeluh karena untuk masuk Papuma ditarik Karcis dua kali dan memberatkan para wisatawan.  Sehingga Perhutani memandang mendesak dan perlu untuk segera memperbaiki jalan ini agar pengunjung bisa merasa lebih dekat dan tidak ditraik karcis dua kali.

Lokasi jalan aspal baru yang memintas jalan menuju Papuma ini dapat kita temukan dengan mudah karena di sudut belokan jalan sudah dipasang tanda arah menuju Papuma berupa Banner Selamat Datang di WW Tanjung Papuma berukuran 3 x 2 m.  Jarak menuju Papuma melalui jalan aspal baru ini hanya sekitar 5 Km dengan waktu tempuh tidak sampai 10 menit, menghemat jarak dan waktu dari rute sebelumnya yang mencapai 10 Km melewati Watu Ulo.

Semenjak dibuka, jalan ini sudah banyak dilalui pengunjung Papuma.  Sebagian besar pengunjung mengakui bahwa dibukanya jalan aspal baru ini membuat jarak tempuh lebih dekat, lebih nyaman karena sudah diaspal dan juga lebih indah karena di sepanjang jalan para pengunjung juga bisa menikmati hijaunya tegakan jati yang berbaris rapi.  Selain itu, dari sisi biaya masuk juga lebih murah karena tidak perlu membayar karcis dua kali, dan cukup membayar karcis masuk papuma saja.

Sementara itu, masyarakat sekitar yang juga mendapatkan manfaat atas diperbaikinya jalan yang juga menjadi akses menuju sawah dan kebun milik masyarakat, menyatakan terimakasih atas telah diaspalnya jalan ini.  Dengan dibangunnya jalan tersebut, mobilitas mereka dari dan ke lahan pertanian mereka menjadi semakin mudah dan lancar serta pengangkutan hasil bumi juga semakin lancar.  Dampak pembukaan jalan baru ini telah memperluas aktifitas ekonomi di wilayah tersebut. (dietweha).